Cueknya Versi SMA
Sesadar-sadarnya saya, jujur saya bilang saya cuek sewaktu SMA, baik dari segi penampilan, akademik, pertemanan, hubungan dengan guru, dan sebagainya.
Dan saya diingatkan kembali, sewaktu Reuni SMA beberapa minggu lalu, bertemu dengan Kakak mentor saya yang mengenal saya dengan cukup baik. Beliau terheran dengan diri saya yang saat ini, cenderung sangat berbeda dengan sewaktu dulu SMA. Katanya, penampilan saya sewaktu SMA yang cenderung cuek dan tomboy, udah tergantikan dengan kefeminiman. Masa iya? Dalam benak saya.
Jika diingat kembali, memang saya dulu murid yang biasa saja, tidak menarik secara penampilan, akademik pun cenderung standar, organisasi pun tidak menonjol, pertemanan juga tidak banyak.
Penampilan: saya dulu, lengkap dengan baju seragam yang cenderung warnanya sudah cenderung tidak putih dan tidak dimasukkan, jilbab putih yang seadanya, rok yang tidak rapih, sepatu yang diinjak, oke, paduan yang manis untuk murid yang standar. Saya paling ingat ketika kelas 2 SMA, teman sekelas saya, selalu protes tentang kelecekan jilbab yang saya pakai, haha.
Akademik: saya juga biasa, saya tidak ambisius untuk mendapatkan peringkat di kelas, cenderung hanya mengikuti pelajaran yang ada saja, tidak ada yang istimewa. Jika ada guru yang tidak menarik, saya cenderung tidak mau tahu pelajaran tersebut. Jadi, ya saya belajar semaunya saja, pelajaran yang benar-benar saya sukai.
Organisasi: yang membuat saya terlena di dalamnya. Setelah saya pikir sekarang, saya malah merasa dulu dunia saya sempit sekali, hanya berkutat disitu-situ saja, tidak berkembang.
Pertemanan: saya bukan anak supel yang gampang berkenalan dengan orang lain, apalagi saya bukan anak populer di sekolah. Saya cenderung kuper, banyak yang tidak kenal saya, dan banyak juga yang tidak saya kenal.
Nah, mengambil hikmah dari kehidupan SMA saya selama 3 tahun, mungkin selama kuliah ini saya sudah sedikit lebih baik dari beberapa segi di atas. Yah, mungkin saya agak sedikit feminim sekarang, akademik saya agak mulai tertata, organisasi saya tidak hanya melulu itu saja, dan pertemanan saya mulai berkembang. Perbaikan yang tidak signifikan, tetapi setidaknya saya jadi sadar apa yang kurang dari sebelumnya dan perlu saya perbaiki. Karena hidup adalah perubahan ke arah yang lebih baik, bukan?